Membaca Kota dari Masa Lalu, Mahasiswa Pendidikan Geografi UNIMA Dalami Sejarah Perkembangan Ruang

TONDANO — Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Manado (UNIMA) menyelenggarakan kegiatan akademik bertema “Sejarah Kota” sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan wilayah perkotaan dari waktu ke waktu.

Kegiatan ini mengajak mahasiswa melihat kota tidak hanya sebagai ruang yang terbentuk pada masa kini, tetapi sebagai hasil dari proses panjang yang dipengaruhi oleh sejarah, kebijakan, budaya, serta interaksi sosial masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memahami perubahan morfologi kota, perkembangan struktur ruang, dan berbagai jejak masa lalu yang masih dapat ditemukan dalam lanskap perkotaan saat ini.

Kegiatan menghadirkan Dharyanto Tito Wardani, M.Hum. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia membahas keterkaitan antara peristiwa sejarah dengan pembentukan ruang kota modern. Mahasiswa diajak menelusuri bagaimana kebijakan kolonial, budaya lokal, dan dinamika sosial pada masa lalu turut membentuk pola ruang yang berkembang hingga sekarang.

Pembahasan sejarah kota memiliki posisi penting dalam kajian geografi karena membantu mahasiswa memahami bahwa perubahan ruang selalu berlangsung dalam dimensi waktu. Struktur jalan, pusat aktivitas, kawasan permukiman, hingga fungsi suatu wilayah dapat mengalami perubahan seiring perkembangan sosial, ekonomi, dan politik yang berlangsung dalam suatu kota.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 22 Mei 2025 ini, mahasiswa Pendidikan Geografi UNIMA memperoleh kesempatan untuk memperluas cara pandang dalam membaca perkembangan perkotaan. Kota dapat dipahami sebagai ruang yang terus mengalami perubahan, sekaligus menyimpan berbagai jejak sejarah yang dapat digunakan untuk menjelaskan kondisi keruangan pada masa kini.

Pemahaman terhadap aspek temporal dan keruangan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Geografi, baik sebagai calon pendidik maupun dalam pengembangan kajian wilayah dan perkotaan. Kemampuan menghubungkan sejarah dengan perubahan ruang juga dapat memperkaya analisis dalam penelitian maupun kegiatan akademik lainnya.

Kegiatan ini diharapkan mendorong mahasiswa untuk mengintegrasikan kajian sejarah dan geografi dalam berbagai kegiatan ilmiah, seperti penulisan karya akademik, Program Kreativitas Mahasiswa, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa dapat menghasilkan kajian yang lebih peka terhadap proses sejarah sekaligus mampu menjelaskan perubahan ruang secara lebih menyeluruh.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *