Belajar Geografi dari Jejak Budaya, Mahasiswa Pendidikan Geografi Unima Jelajahi Museum Negeri Sulawesi Utara
Tondano — Mahasiswa Semester 5 Jurusan Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Manado (Unima), melaksanakan kuliah lapangan di Museum Negeri Sulawesi Utara, Manado, pada Jumat, 26 Juni 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Eksplorasi Geografi Sulawesi Utara melalui Warisan Budaya dan Koleksi Museum Negeri Sulawesi Utara.”
Kuliah lapangan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempelajari karakter geografis Sulawesi Utara melalui berbagai koleksi museum. Mahasiswa tidak hanya mengamati benda-benda bersejarah dan budaya, tetapi juga mempelajari keterkaitannya dengan kondisi fisik, biotik, sosial, dan budaya masyarakat Sulawesi Utara.
Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Xaverius Erick Lobja, S.Pd., M.Si., Anindya Puspita Putri, S.S., M.Sc., dan Fellix Rimba, S.Pd., M.Pd. Sebanyak 11 mahasiswa Pendidikan Geografi mengikuti kegiatan tersebut.
Selama berada di museum, mahasiswa mengikuti penjelasan dari pemandu, melakukan observasi terhadap berbagai koleksi, mencatat temuan, mendokumentasikan objek yang diamati, serta berdiskusi bersama dosen pembimbing. Rangkaian kegiatan dimulai dari registrasi dan pengarahan, penyambutan oleh pihak museum, pengamatan koleksi di ruang pamer, pencatatan hasil observasi, diskusi dan refleksi, hingga foto bersama dan penutupan.
Beragam koleksi museum menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa, mulai dari koleksi geologika, biologika, arkeologika, budaya, historika, hingga teknologika. Koleksi-koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi alam, sejarah, kebudayaan, dan aktivitas masyarakat Sulawesi Utara dari waktu ke waktu.
Beberapa objek yang diamati antara lain batuan vulkanik, waruga, miniatur rumah panggung Minahasa, dokumentasi perkembangan Pelabuhan Manado, serta alat penangkap ikan dan peralatan pertanian tradisional. Melalui objek tersebut, mahasiswa dapat memahami bagaimana kondisi geografis suatu wilayah berhubungan dengan pola kehidupan dan perkembangan budaya masyarakatnya.
Dari sudut pandang geografi, koleksi museum juga dapat dianalisis melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan kewilayahan. Waruga, misalnya, dapat digunakan untuk memahami aspek keruangan kehidupan masyarakat pada masa lalu. Sementara rumah panggung, alat pertanian, dan peralatan perikanan dapat memberikan gambaran mengenai bentuk adaptasi masyarakat terhadap kondisi lingkungan.
Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dengan menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan objek nyata. Kegiatan ini juga melatih kemampuan observasi, pencatatan, dokumentasi, analisis, dan penyusunan laporan sebagai bagian dari kompetensi mahasiswa Pendidikan Geografi.
Kegiatan di Museum Negeri Sulawesi Utara diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai geografi dan budaya daerah sekaligus memperkenalkan museum sebagai sumber belajar yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran geografi. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat melihat bahwa kondisi geografis, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat memiliki hubungan yang erat dalam membentuk karakter suatu wilayah.


