Mahasiswa Geografi UNIMA Kelola Lahan Kampus Menjadi Apotek Hidup dalam Praktikum Geografi Lingkungan
TONDANO – Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Manado (UNIMA), melakukan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan melalui kegiatan praktikum Pembuatan Apotek Hidup. Kegiatan ini merupakan bagian integral dari mata kuliah Geografi Lingkungan yang bertujuan memadukan teori akademik dengan aksi praktis di lapangan.
Metode Bedengan Bambu yang Ramah Lingkungan
Pelaksanaan praktikum yang bertempat di area Gedung D ini menggunakan metode bedengan berbahan alami. Mahasiswa memanfaatkan bambu sebagai pembatas media tanam, sebuah pilihan yang menekankan pada prinsip berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah ditemukan di sekitar kampus. Strategi ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana belajar, tetapi juga bertujuan untuk mengoptimalkan lahan kosong agar menjadi lebih produktif dan estetis.
Pendampingan oleh Tim Dosen
Kegiatan ini dipandu langsung oleh tim dosen pengampu mata kuliah Geografi Lingkungan, yaitu:
- Dr. Cahyadi Nugroho, S.Pd., M.Pd.
- Fellix Rimba, S.Pd., M.Pd.
Kehadiran dosen pendamping memastikan mahasiswa memahami interaksi kompleks antara kondisi geografis tanah dengan keberlangsungan ekosistem tanaman obat.
Visi Edukasi dan Kesadaran Ekologis
Melalui pembuatan apotek hidup ini, mata kuliah Geografi Lingkungan berupaya menumbuhkan kesadaran ekologis dan literasi lingkungan di kalangan mahasiswa. Selain menjadi laboratorium alam untuk mempelajari tanaman obat keluarga (TOGA), proyek ini diharapkan dapat menyediakan sumber tanaman obat alami yang bermanfaat bagi seluruh civitas akademika UNIMA di masa depan.


